Tampilkan postingan dengan label info sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info sehat. Tampilkan semua postingan

Wah, Berendam di Air Panas Turunkan Kualitas Sperma

Posted by blas 0 komentar
BEBERAPA pasangan yang sudah lama menikah belum juga mendapatkan anak. Padahal mereka tak menggunakan alat kontrasepsi saat berhubungan intim. Bila Anda termasuk dalam pasangan tersebut, tak ada salahnya memeriksakan diri ke dokter.

Biasanya, tes kesuburan melibatkan suami dan istri. Ternyata satu dari 10 pasangan tak subur didapat dari sisi suami. Kualitas sperma tak mencukupi untuk membuahi sang istri.

Nah, apa sajakah yang mempengaruhi kualitas sperma sehingga sulit mendapatkan anak:

1. Suhu
Testis manusia tidak dapat berfungsi dengan baik kecuali jika manusia itu bisa tinggal di daerah yang lebih dingin dari tubuhnya. Beruntung anatomi pria dirancang untuk menciptakan jarak antara testis dengan suhu inti tubuh.

"Jika suhu testis dinaikkan hingga 98 derajat maka produksi sperma bisa berhenti", ungkap Hal Danzer, MD, seorang spesialis kesuburan di Los Angeles.
Ketika produksi terganggu, sperma dapat mengalami dampak negatif selama berbulan-bulan. Tapi apa yang terjadi jika paparan panas itu tidak mendatangkan malapetaka pada kemampuan reproduksi pria?

"Jumlah, motilitas dan morfologinya bisa lebih rendah secara menyeluruh," tambah Paul Shin, MD, seorang pakar urologi di Washington DC.

2. Air panas
Air panas tidak baik untuk testis. Fakta itu diungkap sebuah penelitian yang dipublikasikan pada 2007. Berada dalam jacuzzi atau bak mandi air panas selama 30 menit pun dapat menurunkan produksi sperma.

Dr Shin pun mengungkapkan bahwa paparan 'panas basah' itu dapat berdampak pada sperma pria untuk waktu yang sangat lama. Sementara sperma memerlukan waktu yang lama untuk matang setidaknya 3 bulan hingga 9 bulan untuk mengembalikan fungsinya.

3. Demam
"Ketika saya tahu bahwa seorang pria lama tak memakai bak air panas, merokok ganja, memakai celana ketat, pertanyaan pertama yang saya ajukan adalah...apakah Anda sakit tiga bulan yang lalu," kata Kurt Wharton, MD, seorang dokter ahli kandungan yang berbasis di San Francisco dan mengkhususkan diri pada infertilitas.

Menurut sebuah studi pada 2003, demam tinggi memiliki efek yang sama sebagai air panas pada sperma seorang pria. Namun itu tergantung pada waktu produksi sperma.

Konsentrasi sperma bisa menurun hingga 35 persen setelah mengalami demam. Orang-orang sering kali baru mengakui atau menyadari adanya hal semacam itu belakangan atau setelah ditanya oleh dokter.

4. Laptop
Dapatkah laptop benar-benar mempengaruhi kemampuan pria untuk membuahi pasangan? Menurut peneliti di State University of New York di Stony Brook, ada korelasi langsung antara penggunaan laptop dan peningkatan suhu skrotum hingga 35 derajat pada posisi tertentu.

Peningkatan itu memberi efek yang merugikan pada spermatogenesis (proses pembentukan gamet jantan). Jadi jika pasangan Anda ingin hamil, tinggalkan laptop Anda di meja sekarang juga.

5. Celana dalam
Meskipun ukurannya tak jauh berbeda, namun celana boxer dan celana dalam cukup memberi pengaruh terhadap jumlah sperma.

"Celana boxer lebih baik daripada celana dalam, terutama jika jumlah sperma pria yang bersangkutan terbilang rendah. Tapi mungkin hal ini hanya akan memberi sedikit pengaruh jika jumlah spermanya normal,” ujar Dr. Danzer.

Mengenakan celana pendek yang ketat untuk jangka waktu lama juga merupakan ide buruk. Semakin ketat celana seorang pria, kondisinya akan semakin buruk untuk memproduksi sperma.

6. Varikokel
Diperkirakan 15 persen pria di seluruh dunia mengalami varikokel atau varises (pelebaran pembuluh darah) di skrotum, biasanya di testis kiri.
Ketika jumlah sperma seorang pria terbilang rendah, dokter mungkin akan merekomendasikan perbaikan varikokel melalui pembedahan ataupun embolisasi, prosedur non-bedah dengan menggunakan kateter.

Varikokel diduga dapat mengganggu produksi sperma dengan mengganggu aliran darah, membuat skrotum kepanasan atau mencegah masuknya darah ke testis. Meskipun ada sedikit bukti bahwa kesuburan pria bisa membaik setelah menjalani embolisasi varikokel, beberapa dokter percaya operasi tersebut dapat meningkatkan kualitas air mani.

7. Ponsel
Pengaruh ponsel terhadap organ reproduksi pria sebenarnya masih banyak diperdebatkan.

"Sebuah studi pada 2008 menemukan bahwa pria yang penggunaan ponselnya tertinggi (lebih dari empat jam per hari) memiliki jumlah, tingkat motilitas dan morfologi (bentuk normal) sperma lebih rendah," kata Dr Shin.

Dia pun merekomendasikan agar pasien menaruh ponselnya di tas kerja daripada di kantong celana untuk membatasi paparan radiasi dari ponsel. Namun karena studinya terbilang kecil, beberapa dokter tak sepakat dengan hal itu.

"Saya tidak menyarankan seorang pria untuk membawa microwave di saku depan celananya. Tapi jika tidak, itu tak menjadi masalah," ujar Dr Wharton.

8. Obesitas
"Obesitas sering kali dikaitkan dengan peningkatan produksi hormon wanita (estrogen), penurunan jumlah sperma, disfungsi seksual dan infertilitas," ungkap Daniel A. Potter, MD, dari Huntington Reproductive Center di California.

Dibandingkan dengan pria normal dan gemuk, pria obesitas yang subur telah berkurang fungsi testisnya dan jumlah spermanya lebih rendah secara signifikan. Hal ini diungkap studi WHO pada 2009. Meskipun kegemukan mengurangi jumlah sperma, hanya obesitas tingkat ekstremlah yang memberi pengaruh negatif terhadap reproduksi pria.

9. Gaya hidup
"Rokok, alkohol, dan ganja dapat merusak fungsi seksual," tandas Dr. Potter yang merekomendasikan agar pasien membatasi atau menghindari ketiga hal ini jika ingin mencoba untuk hamil.

Menurut penelitian yang dilakukan pada tahun 2010, penyalahgunaan alkohol tentu saja mempengaruhi produksi dan kualitas sperma. Sementara merokok mengganggu motilitas sperma.

Selain memperlambat gerak sperma, studi lainnya juga menunjukkan bahwa merokok dapat merusak DNA sperma dan meningkatkan kecenderungan disfungsi ereksi. Ganja juga tidak aman bagi sperma. Merokok ganja telah terbukti mengurangi jumlah dan fungsi sperma serta menurunkan tingkat kesuburan pria secara menyeluruh.

10. Faktor psikologis
Menurut Dr. Potter, ada beberapa situasi fisiologis yang dapat mempengaruhi sperma secara negatif, di antaranya:

- Penyumbatan
"Apakah itu disebabkan oleh cacat lahir, infeksi, trauma ataupun vasektomi namun penyumbatan mencegah sperma memasuki air mani," kata Dr Potter.

- Gangguan genetik
"Kelainan kromosom dapat menyebabkan produksi sperma menjadi berkurang drastis atau bahkan tidak ada sama sekali," lanjut Dr. Potter. Contohnya adalah penyakit cystic fibrosis yang dapat menyebabkan vas deferens (saluran sperma) tidak terbentuk.

- Faktor merugikan lainnya seperti antibodi antisperma (ASA) atau sel-sel khusus yang menyerang sel sperma, ketidakseimbangan hormonal, kanker testis, testis tidak turun dan masalah seksual lain yang dapat mempengaruhi produksi dan kualitas sperma.

sumber: metrotvnews.com 

Baca Selengkapnya ....

Orang Lajang Lebih Sering Depresi?

Posted by blas 0 komentar
Banyak orang yang mengatakan, lajang pun bisa bahagia, asalkan dia tergolong orang yang aktif dan punya banyak kesibukan. Jika tidak, ia akan merasa kesepian, bahkan mengalami depresi. Benarkah?
Studi baru dari Finnish Institute of Occupational Health sedikit banyak mendukung pernyataan tersebut. Menurut tim peneliti, jika kita berada di usia produktif dan hidup sendiri, peluang mengalami depresi akan meningkat 80 persen. Penelitian ini menyoroti pertumbuhan kaum lajang, dimana satu dari setiap tiga orang di Amerika dan Inggris hidup sendiri. Hidup sendiri merupakan penyebab utama rapuhnya kesehatan mental, bersamaan dengan buruknya kondisi rumah dan kurangnya dukungan sosial.

Bertambah banyaknya rumah tangga yang hanya dihuni satu orang terbukti memengaruhi kesehatan mental bangsa, demikian menurut Beth Murphey, kepala informasi di rumah sakit mental Mind. "Kesepian dan isolasi menyebabkan orang kurang memiliki jalan keluar untuk berbagi mengenai perasaan mereka, yang sepengetahuan kami dapat benar-benar membantu mengelola dan memulihkan diri dari masalah kesehatan mental," ujar Murphey.

Sebanyak 3.500 orang Finlandia (terdiri atas 1.695 pria dan 1.776 wanita) dengan usia rata-rata 44,6 tahun diketahui menggunakan obat-obatan antidepresi, setelah dilakukan penelitian selama delapan tahun. Peneliti juga mengamati gaya hidup responden, seperti pekerjaan, pendidikan, penghasilan, kondisi rumah, kebiasaan mengonsumsi alkohol atau rokok, dan lain sebagainya. Terlihat bahwa kemungkinan orang-orang yang hidup sendiri untuk mengonsumsi obat antidepresi 80 persen lebih banyak daripada orang yang berkeluarga atau berpasangan.

Meskipun hasil penelitian ini menunjukkan fakta yang kuat mengenai problem para lajang, pemimpin studi Dr Laura Pulkki-Raback mengatakan bahwa penelitian ini tampaknya meremehkan risiko yang sebenarnya.
"Mereka yang paling berisiko cenderung merupakan orang-orang yang paling rendah kemungkinannya untuk menindaklanjuti masalah ini," katanya. "Kami juga tidak mampu menilai bagaimana umumnya dampak depresi yang tidak ditangani."

Baca Selengkapnya ....

Gagal Hamil Bisa Memicu Gangguan Mental

Posted by blas 0 komentar
Hasrat besar untuk segera memiliki keturunan bisa menjadi bumerang dalam kehidupan perkawinan. Tak jarang, rasa bersalah dan kecewa karena anak yang tak kunjung datang tersebut menjadi pemicu gangguan mental.

Dalam sebuah penelitian di Denmark terhadap 98.737 perempuan yang menderita gangguan kesuburan antara tahun 1973 dan 2008 membuktikan hal tersebut. Para peneliti menemukan, wanita yang tetap tak berhasil hamil bahkan setelah melakukan program bayi tabung lebih beresiko mendapatkan perawatan gangguan mental.

Selama periode 12,6 tahun, separuh dari para responden yang melakukan program bayi tabung berhasil hamil. Namun 18 persen dari kelompok wanita yang tak kunjung hamil, harus berakhir di rumah sakit karena mengalami gangguan jiwa.

Secara total, hampir 5.000 dari populasi para wanita itu mendapatkan perawatan karena berbagai kondisi, seperti kecanduan alkohol, depresi, obsessive compulsive disorder, hingga psikosis.

Menurut peneliti, ketidakhadiran anak pasca berbagai terapi kesuburan cenderung meningkatkan risiko penyalahgunaan alohol sampai 103 persen dan schizophrenia sampai 47 persen. Sementara itu risiko terjadinya gangguan pola makan naik 47 persen.

Hasil penelitian tersebut dipresentasikan dalam pertemuan tahunan European Society of Human Reproduction and Embryology di Istanbul, Turki.

"Hasil studi menunjukkan bahwa kegagalan program kesuburan bisa jadi faktor penting pada gangguan psikiatri. Karena itu sangat penting untuk memberikan konseling pada wanita yang akan mendapatkan terapi kesuburan," kata Dr.Birgitte Baldur-Fleskow dari Danish Cancer Research Center.

Baca Selengkapnya ....

Pasien Harus Terus Terang ke Dokter Soal 6 Hal Ini

Posted by blas 0 komentar
Jakarta, Percakapan dan diskusi mengenai disfungsi ereksi dan penyakit menular seksual sekarang sudah menjadi bagian dari keseharian. Dulu isu ini bisa dibilang tabu dan bersifat pribadi sehingga jarang dibicarakan secara gamblang.

Namun anehnya, sampai sekarang masih banyak ditemui orang yang menyimpan rapat-rapat informasi pribadinya kepada dokter. Ada yang malu dan ada pula yang takut rahasianya diketahui orang lain.

"Menyimpan rahasia dari dokter dapat menghambat perawatan kesehatan dan menyebabkan masalah medis yang baru. Ada undang-undang yang menjaga kerahasiaan pasien dan siapa saja yang boleh mengakses informasi pribadi pasien, jadi tidak perlu khawatir," kata Orly Avitzur, penasihat medis Consumer Reports di Amerika Serikat seperti dilansir Washington Post, Senin (28/5/2012).

Selain kondisi medis yang dirasakan, pasien sebaiknya juangan menyembunyikan 6 informasi berikut ini kepada dokter:

1. Penggunaan alkohol

Informasi penggunaan alkohol sangat penting. Alkohol dapat merusak otak dan saraf yang bertanggung jawab mengatur keseimbangan.

Alkohol juga dapat merusak hati sehingga dapat mempengaruhi keputusan pemberian resep obat dan seberapa besar dosis yang harus diberikan dengan tepat.

2. Kesulitan keuangan

Jika baru saja kehilangan tunjangan kesehatan yang diperoleh dari pekerjaan, pasien umumnya enggan menebus resep atau tidak mematuhi resep yang diberikan dokter. Sebanyak 28% peserta survei yang dilakukan Consumer Product diketahui melakukan hal ini.

Jika dokter tidak tahu pasiennya memiliki kesulitan keuangan, ia akan menganggap obat yang diresepkan tidak bekerja dengan baik dan mengubah resep atau dosisnya.

Akibatnya dapat berbahaya, terutama jika obat yang diberikan adalah obat keras. Jelaskan kepada dokter jika ada masalah keuangan agar dokter dapat meresepkan obat generik atau menawarkan bantuan lain.

3. Kebiasaan merokok

Kebanyakan pasien mengetahui bahwa merokok berbahaya bagi kesehatan tetapi enggan menghentikan kebiasaannya. Maka mereka memilih untuk tidak memberitahu dokter akan kebiasaan buruknya ini.

Merokok adalah faktor risiko penting dalam perkembangan berbagai jenis penyakit, terutama penyakit paru-paru dan kanker.

4. Sering lupa atau mulai pikun

Sering lupa bisa jadi tanda penyakit Alzheimer, tapi juga bisa disebabkan oleh pengobatan, masalah tiroid, stroke ringan atau kondisi lainnya.

Jika membiarkan dokter tidak tahu hal ini, pemeriksaan yang dilakukan bisa kurang akurat. Dokter dapat merujuk pada layanan lain yang dapat menangani gangguan secara tepat dan menyeluruh.

5. Kehilangan gairah seks

Disfungsi ereksi atau hilangnya libido bisa juga disebabkan karena penggunaan obat seperti antidepresan, obat tekanan darah, opioid dan obat penghilang rasa sakit.

Gejala ini juga bisa menjadi gejala utama penyakit jantung koroner atau diabetes. Informasi personal yang sering dianggap tabu ini perlu agar dokter dapat mengetahui kondisi pasien secara keseluruhan.

6. Menemui dokter lain

Menemui dokter lain, meminta pendapat orang lain atau mencari pengobatan alternatif adalah hak pasien.

Tetapi jika telah menjalani tes atau diresepkan obat sebelumnya, maka dokter harus tahu informasi ini. Beritahu dokter tentang suplemen atau obat tanpa resep yang telah dikonsumsi karena bisa berinteraksi dengan obat yang akan diresepkan.

Baca Selengkapnya ....

Puntung Rokok Paling Banyak Mengotori Lingkungan

Posted by blas 0 komentar
Jakarta, Kebiasaan merokok tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia, tetapi juga kesehatan lingkungan. Dalam berbagai kegiatan pembersihan tempat wisata di Indonesia, sampah yang paling banyak terkumpul adalah bungkus dan puntung rokok.

Fakta ini diungkap oleh Zeby Febrina, aktivis lingkungan yang juga mengetuai bagian penyuluhan di gerakan Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT). Tiap tahun, ia juga menjadi juri untuk pemilihan duta pariwisata dan dalam kegiatan itu selalu diadakan acara bersih-bersih di tempat wisata.

"Hampir 90 persen sampah yang kami kumpulkan adalah bungkus dan puntung rokok," kata Zeby yang juga seorang aktivis pelestarian komodo, saat berbicara dalam konferensi pers Tolak Intervensi Industri Rokok di kantor Komnas Perlindungan Anak, Pasar Rebo, Senin (28/5/2012).

Karena terbuat dari material sintetis yang tidak gampang diurai secara alami, puntung rokok khususnya dari rokok filter bisa menjadi ancaman serius bagi kesehatan lingkungan. Apalagi karena dipakai untuk menyaring racun, maka racun-racun itu juga akan lepas dan mengotori tanah dan perairan di sekitarnya.

Sebuah penelitian pernah membuktikan bahwa racun yang terkandung dalam 1 puntung rokok, jika terlarut dalam 1 liter air bisa membuat seekor ikan kecil mati keracunan. Jika sampai ratusan atau bahkan ribuan puntung rokok masuk ke air, maka dampaknya pasti akan jauh lebih besar.

Sementara ahli kesehatan lingkungan dari University State of San Diego, Prof Thomas E Novotny, MD, MPH seperti diberitakan sebelumnya pernah menegaskan bahwa filter atau puntung rokok bukanlah peranti kesehatan yang bisa membuat rokok menjadi lebih aman.

Bahkan dengan tegas, Prof Novotny ketika itu mengusulkan agar penggunaan filter rokok juga dilarang. Di samping jumlah racun yang terjebak dalam oleh filter tidak signifikan, adanya filter justru membuat para perokok merasa lebih aman dan tidak berusaha untuk menghentikan kebiasaan merokoknya.

Baca Selengkapnya ....

Efek Udara Panas Bagi Kesehatan Tubuh

Posted by blas 0 komentar
Jakarta, Beberapa hari ini udara di luar terasa begitu panas, bahkan beberapa orang merasa enggan untuk keluar rumah. Tapi adakah dampak udara panas ini bagi kesehatan seseorang?

"Jika tubuh tidak bisa menyesuaikan diri dengan suhu yang meningkat tajam pada tahun ini, maka bisa membuat sebagian dari kita merasa sakit," ujar Dr david Claypool, MD, asisten profesor emergency medicine di Mayo Clinic, seperti dikutip dari HuffingtonPost, Senin (28/5/2012).

Suhu udara yang meningkat atau terasa panas memang kadang tidak menyebabkan penyakit yang biasa muncul seperti infeksi bakteri atau virus. Tapi kondisi ini tetap bisa mempengaruhi bagaimana tubuh bekerja.

"Udara yang panas maupun dingin tetap bisa mempengaruhi fisiologi, jadi suhu udara yang panas tetap berpengaruh terhadap tubuh seseorang," ujar Dr Claypool.

Penyakit yang terkait dengan udara panas seperti kram yang biasanya mungkin terjadi ketika seseorang berolahraga di udara panas, edema panas yaitu pembengkakan karena suhu tinggi serta serangan panas yang berakibat fatal atau fatal heat stroke.

Secara umum tubuh manusia mampu melakukan pekerjaan yang cukup baik dalam menyesuaikan diri terhadap iklim panas, tapi tentunya harus diberi kesempatan terlebih dahulu untuk beradaptasi. Sementara itu keringat merupakan salah satu cara tubuh melakukan pendinginan.

"Orang yang sangat muda dan sangat tua lebih rentan terhadap fluktuasi temperatur yang ekstrem sehingga lebih mungkin memiliki risiko tinggi terkena penyakit yang berhubungan dengan udara panas," ungkapnya.

Jika memang harus menghabiskan waktu di luar dengan suhu yang lebih tinggi dari normal, Claypool merekomendasikan untuk mengekspose tubuh secara moderate sehingga tidak menimbulkan penyakit.

Ketika berada di luar pastikan mendapat banyak asupan cairan bahkan meski sedang tidak berolahraga, dan mengganti mineral dan garam yang keluar melalui keringat. Serta gunakan pakaian yang bisa melindungi kulit dari sinar ultraviolet matahari yang bisa membakar kulit.

Sebaiknya keluar ruangan atau rumah jika memang benar-benar diperlukan, dan pastikan berhenti sejenak di tempat teduh untuk beristirahat. Jika memang sedang tidak sehat sebaiknya hindari keluar ruangan.

Baca Selengkapnya ....
Redesigned by Info Terbaru Original by Bamz | Copyright of tempat cari jodoh. Untuk SEO lebih lanjut kunjungi Trik SEO terbaru.