Tampilkan postingan dengan label merokok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label merokok. Tampilkan semua postingan

Hentikan Merokok demi menjaga Kesehatan Ibu dan Anak

Posted by blas 0 komentar
Pentingnya kesehatan ibu dan anak berpengaruh dalam kualitas hidup keduanya, khususnya pada sang anak. Bagi anak hal yang penting untuk tetap dalam kondisi prima tidak hanya kesehatan anak itu sendiri melainkan kesehatan sang ibu yang nantinya menjadi faktor penentu kualitas hidup sang anak. Fakta yang tidak bisa dipungkiri, akhir-akhir ini semakin banyak ibu yang sedang hamil dan ibu menyusui tidak bisa menghentikan kebiasaannya untuk merokok. Semua orang awam pun tahu bahwa merokok merupakan hal yang jauh dari upaya untuk menjaga kesehatan. Kebiasaan seorang ibu merokok yang seperti itulah yang harus dicegah dan dihentikan.

Resiko Merokok bagi Kesehatan Ibu Menyusui

Kebiasaan merokok yang tidak dapat dihentikan dan ekstrim telah banyak memakan korban baik bagi perokok aktif maupun perokok pasif. Kebiasaan ini akan lebih berakibat buruk bila terjadi pada ibu yang sedang menyusui karena akan mengganggu kesehatan ibu dan anak. Dalam hal ini, akan diulas resiko ibu menyusui yang tidak dapat menghentikan kebiasaan merokok. Produksi ASI seorang ibu menyusui akan menurun seiring dengan menurunnya hormon prolaktin yang memacu produksi ASI akibat merokok. Hal lain yang merupakan resiko dari merokok adalah turunnya LDR (Let Down Reflects) yaitu keluarnya ASI dari payudara ibu akibat daya hisap bayi saat menyusu pada ibu. Bila LDR ini menurun maka seberapa banyak pun ASI yang diproduksi seorang ibu akan tetap sulit untuk dikeluarkan. Bila ASI yang diproduksi tidak keluar bukan hanya mempengaruhi kesehatan sang anak melainkan ibu juga akan merasakan payudara nya terasa nyeri. Selain itu karena ASI tetap menumpuk dan tidak bisa keluar, maka hormon yang seharusnya memacu untuk memproduksi ASI tidak akan dikeluarkan karena hormon tersebut mendapat sinyal bahwa ASI dari ibu masih banyak. Akibatnya, semakin lama ASI ibu akan semakin berkurang karena kurangnya hormon tersebut, hingga akibat terburuk ASI tersebut sulit untuk diproduksi.

Resiko bagi Neonatus

Tentunya bagi bayi baru lahir (neonatus) yang notabene sebagai perokok pasif akan lebih mudah terserang penyakit radang paru-paru, asma, bronkitis dan penyakit pernafasan lainnya karena terus-menerus menghisap asap rokok. ASI yang dikeluarkan sang ibu mengandung zat-zat nikotin yang beracun akibat dari rokok. Zat-zat apapun baik itu berasal dari obat, zat kimia, maupun nutrisi akan ikut tersalurkan bersama ASI karena zat-zat tertentu lebih mudah melekat ke dalam protein yang terkandung dalam ASI daripada dalam plasma. Neonatus yang lebih sering terpapar asap rokok kadar HDL dalam darahnya rendah, padahal HDL (kolesterol baik) memegang peranan penting untuk melindungi mereka dari penyakit. Uraian di atas menunjukkan betapa pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak. Janganlah meremehkan hal kecil yang akan berpengaruh pada masa depan sang anak, karena bulan-bulan awal neonatus untuk mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama merupakan waktu yang sangat krusial.

Pilihan Sang Ibu Demi Kesehatan Ibu dan Anak

Banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh seorang ibu yang sangat sulit untuk menghentikan kebiasaan merokoknya, “Apakah seorang ibu yang merokok boleh menyusui anaknya atau tidak?”.Tentunya, seorang ibu yang hamil dan menyusui tidak seharusnya merokok karena dapat membahayakan sang anak dan diri sendiri. Namun, bila dibandingkan dengan seorang ibu yang merokok tetapi memberikan asupan susu formula tanpa ASI kepada bayi akanlah lebih baik bagi seorang ibu merokok untuk tetap memberikan asupan ASI eksklusif walaupun sedang merokok. Hal ini didasari oleh sebuah penelitian yang menyatakan bahwa ASI dapat menetralisirkan zat-zat racun berbahaya yang ditimbulkan dari asap rokok sehingga dapat mencegah resiko terjadinya penyakit radang paru-paru bagi bayi. Disinilah peran keluarga khususnya suami sebagai pendukung utama untuk peningkatan kesehatan ibu dan anak.

Baca Selengkapnya ....

Ingin Jantung Sehat? berhenti Merokok

Posted by blas 0 komentar
Merokok meningkatkan risiko penyakit jantung dan mempengaruhi organ utama lain dalam tubuh juga. Di India, 35% orang menggunakan tembakau dan tidak hanya meningkatkan faktor risiko kesehatan mereka sendiri tetapi juga mempengaruhi orang yang mereka dekat dan sayang. Dengan mengurangi faktor risiko seperti merokok, kematian prematur banyak karena masalah kardiovaskular dikontrak melalui merokok berlebihan dapat dihindari. Saat ini, Dr Vijai Kumar Ratnavelu, Konsultan pulmonologist, Direktur dan Profesor, Kedokteran Paru dan Critical Care, Yashodaa super Khusus Rumah Sakit di Hyderabad membawa kita melalui dampak rokok terhadap kesehatan jantung kita.

Merokok dan Jantung Connect


Merokok menyebabkan lapisan dalam arteri atau endotelium semakin rusak. Para karsinogen dan karbon mono-oksida hadir dalam hasil asap rokok di arteri menjadi lebih rentan terhadap kejang. Dalam pembuluh darah yang sehat endothelium menyempitkan dan melebarkan dengan aliran darah. Namun penumpukan plak akibat merokok berkurang kemampuannya untuk melebarkan benar.


Konsekuensi lain dari merokok adalah penyempitan pembuluh darah yang mengakibatkan sirkulasi berkurang. Perokok dapat mengembangkan penyakit pembuluh darah perifer dan penurunan aliran darah di ekstremitas seperti lengan dan kaki dapat menyebabkan sejumlah masalah mulai dari rasa sakit untuk kehilangan jaringan. Aneurisma aorta perut adalah komplikasi lain yang naik karena pembengkakan atau melemah dari aorta di perut, arteri utama tubuh.


Merokok juga menurunkan kepadatan tinggi seseorang kolesterol lipoprotein (HDL) atau kolesterol "baik" sekaligus meningkatkan kadar kolesterol low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol "buruk". Pada saat perokok juga dapat mengalami palpitasi jantung yang dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka secara keseluruhan.


Dengarkan hati Anda - berhenti merokok sekarang!

    
Buatlah keputusan: Hal pertama dan terpenting adalah untuk membuat pikiran Anda berhenti merokok dan kemudian menetapkan tanggal berhenti. Anda mungkin ingin menyusun rencana berhenti sejak berhenti merokok adalah sebuah perjalanan dan bukan peristiwa tunggal.


    
Cobalah Terapi Penggantian Nikotin: NRT produk tersedia dalam beberapa bentuk seperti permen karet, patch nikotin atau permen dan menangani bantuan dengan penarikan nikotin. Sebuah bentuk yang sesuai atau campuran dari berbagai bentuk dapat digunakan tergantung pada tingkat kecanduan. Gunakan terapi ini seperti yang diperintahkan dan mengikuti kursus lengkap 12 minggu untuk memastikan berhenti dengan sukses.


    
Istirahat keringat: Latihan fisik tidak hanya membantu perokok mengalihkan pikirannya dari kecanduannya tetapi juga membantu dia mendapatkan sehat dan sehat. Latihan kardio adalah cara yang bagus untuk mengembangkan stamina setelah berhenti. Jadikan ini bagian dari rutinitas harian Anda, bahkan berjalan sederhana selama setengah jam dapat membuktikan menjadi sangat berguna.


    
Hindari pemicu: Disarankan untuk menjauh dari pemicu seperti minum alkohol atau kopi atau kegiatan lain yang rekan perokok dengan rokok karena hal ini dapat menyebabkan keinginan. Orang harus merancang strategi untuk menghadapi situasi seperti ini - baik menghindari mereka atau mengendalikan mereka secara tepat. Beberapa minggu pertama adalah yang paling penting setelah isyarat psikologis hilang menjadi lebih mudah untuk berhenti merokok.


    
Carilah dukungan: Teman, keluarga, praktisi kesehatan atau bahkan lembaga bantuan lain dapat mengurangi kemungkinan kambuh dengan sabar memberikan dukungan dan bimbingan.

Baca Selengkapnya ....
Redesigned by Info Terbaru Original by Bamz | Copyright of tempat cari jodoh. Untuk SEO lebih lanjut kunjungi Trik SEO terbaru.