Tampilkan postingan dengan label aneh dan lucu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aneh dan lucu. Tampilkan semua postingan

RetricaViewer by Selfie

Posted by blas 79 komentar

Download App Kamera Android

" RetricaViewer by Selfie "

Aplikasi Kamera hasil anak bangsa

Bahasa Indonesia

Lihat dan edit foto kamu disini

Momen selfie anda pasti tidak akan terlewatkan dengan kamera ini, anda bisa mengabadikan momen penting bersama keluarga dan orang terdekat anda.
Potret dan edit foto anda menjadi sempurna dengan foto editor yang tersedia, anda juga dapat menambahkan frame dan berbagai efek foto disini, atau anda bisa menambahkan berbagai macam stiker lucu dan unik yang bisa anda dapatkan gratis. Tunggu apalagi segera coba karena semuanya gratis anda dapatkan.

Semoga bermanfaat untuk anda semuanya, Terimakasih bagi semua yang telah menggunakan kamera kami .... sampai jumpa kembali.

CARA INSTAL
Setelah File Apk anda download, pindah ke ponsel android anda kemudian Instal selesai. Dana anda akan menikmati Foto Editor Terbaik yang pernah anda dapatkan di ponsel anda.

Terimakasih semoga bermanfaat, silahkan tinggalkan komentar jika ada.
Language In English

View and edit your photos here

Selfie moment you definitely will not miss with this camera, you can capture important moments with family and those closest to you.
Images and edit your photo to be perfect with photo editors available, you can also add frames and various photo effects here, or you can add all sorts of cute and unique stickers that can be found for free. Waiting soon try for free all you get.

HOW TO INSTALL
Having no download apk file, move to your android phone then Install completed. The funds you will enjoy the Best Photo Editor you ever get on your mobile phone.
Thank may be useful, please leave a comment if there is.

May be useful for you all, thanks to all who have used our camera .... I'll see you back.

Screen Shoot







Download via DropBox DOWNLOAD
Name File : Photo viewer Selfie.Apk
Category : Photograpy
Free App Android
Size File : 20.4 MB

Atau DOWNLOAD Disini


Admin.
By. Tempat-Cari-Jodoh.Blogspot.com

Baca Selengkapnya ....

Yang dilakukan Setan Saat Bulan Puasa

Posted by blas 0 komentar
Aktivitas Para Setan Saat Bulan Puasa - Yang dilakukan Setan Saat Bulan Puasa Saat bulan puasa, setan-setan itu diibelenggu. Kata pak ustaz, setan-setan itu gak akan muncul kalau lagi bulan puasa. Nah, pertanyaannya, ke mana kah si setan-setan ini kalau lagi bulan puasa? Apakah mereka cuti dari kerjaannya sehari-hari? Biar tahu jawabannya, baca artikel yang satu ini!

1. Kuntilanak

Udah sekitar 11 bulan kuntilanak nakut-nakutin kita. Selama 11 bulan itu juga mungkin kuntilanak gak pernah sempet buat ke salon ngurusin rambutnya yang aduhai. Nah, pasti di bulan puasa ini, kuntilanak lagi ngemanjain rambutnya. Salah satunya ya rebonding.


2. Pocong
Kasian pocong tiap malem harus loncat-loncat di tanah. Pasti kainnya kotor dan pasti udah lama gak dicuci. Nah, makanya si pocong gunain kesempatan bulan puasa ini buat nyuci kainnya yang udah usang. Dan, dalam rangka kembali ke fitrah, kain milik si pocong juga harus bersih. Sebagai tanda kembali ke kesucian.


3. Tuyul
Tuyul mungkin udah lembur 11 bulan nyari duit. Saking sibuknya, gak ada waktu buat ngitungin uangnya. Dan karena saking banyak uang yang didapet si tuyul, tuyul butuh satu bulan buat ngitung uangnya. Makanya, di satu bulan penuh ini, tuyul manfaatin buat ngitung duit setoran. Duh dapet berapa tuh?


4. Suster Ngesot
Kalau suster ngesot ngejar kamu, harusnya kamu samperin aja. Gak usah takut sama suster ngesot, soalnya suster ngesot itu ngejar kamu buat minta tolong. Iya betul, suster ngesot maun minta tolong ajarin jalan. Karena banyak yang takut, makanya di bulan puasa ini suster ngesot belajar jalan sendirian aja.



Setan di sekeliling kamu kira-kira lagi sibuk apa nih?

Baca Selengkapnya ....

Hentikan Merokok demi menjaga Kesehatan Ibu dan Anak

Posted by blas 0 komentar
Pentingnya kesehatan ibu dan anak berpengaruh dalam kualitas hidup keduanya, khususnya pada sang anak. Bagi anak hal yang penting untuk tetap dalam kondisi prima tidak hanya kesehatan anak itu sendiri melainkan kesehatan sang ibu yang nantinya menjadi faktor penentu kualitas hidup sang anak. Fakta yang tidak bisa dipungkiri, akhir-akhir ini semakin banyak ibu yang sedang hamil dan ibu menyusui tidak bisa menghentikan kebiasaannya untuk merokok. Semua orang awam pun tahu bahwa merokok merupakan hal yang jauh dari upaya untuk menjaga kesehatan. Kebiasaan seorang ibu merokok yang seperti itulah yang harus dicegah dan dihentikan.

Resiko Merokok bagi Kesehatan Ibu Menyusui

Kebiasaan merokok yang tidak dapat dihentikan dan ekstrim telah banyak memakan korban baik bagi perokok aktif maupun perokok pasif. Kebiasaan ini akan lebih berakibat buruk bila terjadi pada ibu yang sedang menyusui karena akan mengganggu kesehatan ibu dan anak. Dalam hal ini, akan diulas resiko ibu menyusui yang tidak dapat menghentikan kebiasaan merokok. Produksi ASI seorang ibu menyusui akan menurun seiring dengan menurunnya hormon prolaktin yang memacu produksi ASI akibat merokok. Hal lain yang merupakan resiko dari merokok adalah turunnya LDR (Let Down Reflects) yaitu keluarnya ASI dari payudara ibu akibat daya hisap bayi saat menyusu pada ibu. Bila LDR ini menurun maka seberapa banyak pun ASI yang diproduksi seorang ibu akan tetap sulit untuk dikeluarkan. Bila ASI yang diproduksi tidak keluar bukan hanya mempengaruhi kesehatan sang anak melainkan ibu juga akan merasakan payudara nya terasa nyeri. Selain itu karena ASI tetap menumpuk dan tidak bisa keluar, maka hormon yang seharusnya memacu untuk memproduksi ASI tidak akan dikeluarkan karena hormon tersebut mendapat sinyal bahwa ASI dari ibu masih banyak. Akibatnya, semakin lama ASI ibu akan semakin berkurang karena kurangnya hormon tersebut, hingga akibat terburuk ASI tersebut sulit untuk diproduksi.

Resiko bagi Neonatus

Tentunya bagi bayi baru lahir (neonatus) yang notabene sebagai perokok pasif akan lebih mudah terserang penyakit radang paru-paru, asma, bronkitis dan penyakit pernafasan lainnya karena terus-menerus menghisap asap rokok. ASI yang dikeluarkan sang ibu mengandung zat-zat nikotin yang beracun akibat dari rokok. Zat-zat apapun baik itu berasal dari obat, zat kimia, maupun nutrisi akan ikut tersalurkan bersama ASI karena zat-zat tertentu lebih mudah melekat ke dalam protein yang terkandung dalam ASI daripada dalam plasma. Neonatus yang lebih sering terpapar asap rokok kadar HDL dalam darahnya rendah, padahal HDL (kolesterol baik) memegang peranan penting untuk melindungi mereka dari penyakit. Uraian di atas menunjukkan betapa pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak. Janganlah meremehkan hal kecil yang akan berpengaruh pada masa depan sang anak, karena bulan-bulan awal neonatus untuk mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama merupakan waktu yang sangat krusial.

Pilihan Sang Ibu Demi Kesehatan Ibu dan Anak

Banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh seorang ibu yang sangat sulit untuk menghentikan kebiasaan merokoknya, “Apakah seorang ibu yang merokok boleh menyusui anaknya atau tidak?”.Tentunya, seorang ibu yang hamil dan menyusui tidak seharusnya merokok karena dapat membahayakan sang anak dan diri sendiri. Namun, bila dibandingkan dengan seorang ibu yang merokok tetapi memberikan asupan susu formula tanpa ASI kepada bayi akanlah lebih baik bagi seorang ibu merokok untuk tetap memberikan asupan ASI eksklusif walaupun sedang merokok. Hal ini didasari oleh sebuah penelitian yang menyatakan bahwa ASI dapat menetralisirkan zat-zat racun berbahaya yang ditimbulkan dari asap rokok sehingga dapat mencegah resiko terjadinya penyakit radang paru-paru bagi bayi. Disinilah peran keluarga khususnya suami sebagai pendukung utama untuk peningkatan kesehatan ibu dan anak.

Baca Selengkapnya ....

Gambar Tatto 3D Yang Keren Dan Unik

Posted by blas 0 komentar
Gambar Tatto 3D Yang Keren Dan Unik - Tatoo adalah seni gambar yang bermedi alam tubuh ato kulit manusia.aduh malah kayak guru,dah 

silahkan dilihat sendiri. Gambar Tatto 3D Yang Keren Dan Unik !!!!!














Nah itu tadi gambar gambar yang bisa saya sajikan untuk para penggemar Gambar Tatto 3D Yang Keren Dan Unik semoga bisa jadi bermanfaat untuk anda.

Baca Selengkapnya ....

Nalar dan wahyu Dalam Agama Islam

Posted by blas 0 komentar

Filsafat dan agama berbicara tentang hal yang sama, yaitu manusia dan dunianya. Apabila yang satu membawa kebenaran yang berasal dari Sang Pencipta manusia dan dunianya itu, dan yang lainnya dari akal manusia yang selalu diliputi kekurang-jelasan dan ketidakpastian, mengapa lalu orang masih sibuk dengan agama? Itulah pertanyaan yang tidak jarang dikemukakan oleh orang bertakwa terhadap usaha para filosof.
Itu memang ada benarnya. Pengetahuan mudah membuat orang menjadi sombong. Filsafat juga dapat membuat orang menjadi sombong, seakan-akan si filosof mengetahui segala-galanya, seakan-akan ia pasti lebih maju daripada orang yang saleh.
Akan tetapi, di lain fihak, orang yang bicara atas nama agama juga dapat berdosa karena sombong. Meskipun yang mau dibicarakan adalah wahyu Allah, namun ia dapat lupa bahwa ia sendiri tetap manusia, tetap terbatas dan tidak pasti dalam pengertiannya, juga dalam pengertiannya terhdap wahyu itu.
Jadi, dengan cara mengadakan "perhitungan", kita tidak akan maju jauh. Akan tetapi, pertanyaan di atas tetap perlu kita jawab. Apakah fungsi filsafat dalam berhadapan dengan agama yang menimba pengertiannya dari wahyu Allah ?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu terlebih dahulu membicarakan hubungan antara wahyu dan akal budi.

I. Tiga pandangan ekstrem
Untuk membahas hubungan antara wahyu Ilahi dan akal budi manusia, sebaiknya kita bertolak dari tiga pandangan ekstrem tentang hubungan itu. Masing-masing pandangan hanya menekankan satu segi dan melalaikan segi-segi lainnya. Tiga pandangan itu adalah Rasionalisme, Fideisme dan Relativisme.
Sikap rasional tidak menuntut agar segala sikap harus dibuktikan secara lengkap atau "ilmiah. " Sikap rasional justru menerima keterbatasan seseorang dalam memastikan kebenaran suatu masalah. Dalam hampir semua pengandaian hidup, kita tergantung kepada pengertian dan kepastian orang lain dan masyarakat. Saya belum pernah pergi ke kota Jayapura, tetapi bukanlah sikap irasional kalau saya yakin bahwa kota itu ada; kalau pun saya pernah bermaksud pergi ke sana, saya tetap tidak dapat mengecek sendiri apakah kota itu betul-betul terletak di pantai utara Irian Jaya dan bahwa kota itu memang Jayapura. Adalah tidak bertentangan dengan sikap rasional, kalau kita dalam banyak hal mengandalkan pendapat orang lain, adat kebiasaan, bahkan perasaan kita sendiri (yang kadang-kadang lebih dapat dipercayai daripada sekedar pikiran pintar yang masuk ke kepala kita). Sikap rasional tidak menuntut kita untuk membuktikan segala-galanya sebelum kita mengandaikannya (misalnya, apakah sebuah jembatan yang akan kita lewati betul-betul masih cukup kuat). Tetapi, apabila pendapat atau pengandaian kita memang dipersoalkan, kita tidak boleh menjawabnya dengan mengacu kepada kebiasaan, kepercayaan, perasaan, pendapat orang atau otoritas di sekeliling kita, melainkan mencari pertimbangan-pertimbangan yang dapat dimengerti dan dicek oleh orang lain untuk menanggapi keberatan itu.

Jadi, sikap rasional itu kelihatan dalam tantangan. Orang yang bersikap tidak rasional adalah orang yang menolak tantangan semata-mata karena keyakinannya. Sedangkan orang yang bersikap rasional adalah orang yang betul-betul memperhatikan, memeriksa dan menjawabnya.
Sikap rasionalisme lebih dari itu. Seorang rasionalis tidak menerima sesuatu apapun yang tidak dibuktikan. Maka ia tidak dapat percaya pada cinta orang lain, pada pengalaman masyarakat yang tertuang dalam adat kebiasaan, dan tentu juta tidak percaya pada wahyu. Allah hanya mau diterima sejauh ia sendiri dapat mengertinya. Padahal Allah dengan sendirinya mengatasi jangkauan pengertian ciptaan. Maka rasionalisme adalah lawan agama.

Akan tetapi, seperti saya tunjukkan di atas, rasionalisme sebenarnya irasional. Karena, ia bertolak dari sebuah pengandaian yang justru tidak mungkin terpenuhi : Yaitu bahwa segala sesuatu dapat dimengerti seseorang. Seorang rasionalis yang taat azas sebetulnya tidak dapat berbuat sesuatu apa pun karena segala perbuatan mengandaikan hal-hal yang tidak dapat dicek (dapatkah ia mengecek setiap kali mau makan, apakah dalam makanan itu tidak ada bisa?)

Yang harus dituntut adalah sikap rasional, sebagaimana mau saya Derlihatkan di bawah, dan bukan sikap rasionalisme.

Fideisme adalah kebalikan dari rasionalisme. Fideisme (dari kata Latin ':fides", iman) adalah sikap membatasi diri pada iman akan wahyu Allah, dan sekaligus menganggap bahwa penggunaan nalar manusia tidak perlu.
Fideisme dapat berwujud iman sederhana seseorang yang merasa cukup dengan mengikuti pedoman agamanya, tak perduli kepada segala macam pikiran, kritik, keresahan intelektual atau paham-paham baru yang diramaikan. la dapat juga berwujud pandangan dunia yang secara prinsipiil menolak segala pertimbangan nalar sebagai tidak memadai terhadap kepastian yang merupakan ciri hakiki wahyu Allah.
Sikap terakhir itu menjadi fundamentalisme apabila semua pandangan tentang alam, dunia, masyarakat dan sejarah diambil secara harfiah dari sumber-sumber wahyu yang dipercayai (dari Kitab Sucinya) dengan menolak segala hasil ilmu pengetahuan yang benar-benar, atau hanya tampaknya, tidak sesuai dengan apa yang ditulis dalam sumber wahyu itu.

Fideisme pada hakekatnya tidak menyadari bahwa kemampuan manusia untuk bernalar adalah juga ciptaan Tuhan yang diberikan untuk dipergunakan serta dimanfaatkan demi tujuan yang baik. Kecuali itu, fideisme salah dalam pengandalan bahwa antara hasil nalar dan wahyu nahi mesti ada pertentangan.
Relativisme dapat juga disebut sebagai ajaran tentang dua kebenaran : Ada kebenaran agama dan ada kebenaran nalar. Dua-duanya boleh bertentangan. Misalnya, sebagai orang bernalar, seseorang menerima ajaran Darwin tentang evolusi jenis-jenis makhluk hidup di dunia selama beratus-ratusjuta tahun. Sedangkan sebagai orang beriman kristiani, ia percaya bahwa dunia diciptakan sekitar 7000 tahun lalu dalam waktu tujuh hari.

Jelaslah bahwa relativisme adalah siap yang paling lemah dari tiga sikap ekstrem itu. Relativisme melepaskan paham kebenaran sama sekali. Menurut prinsip non-kontradiksi, sesuatu itu sejauh ada, tidak mungkin tidak ada. Kalau bumi kita sudah berumur beratus-ratus juga tahun (menurut anggapan ilmiah, sekarang bumi berumur antara 4 dan 5 milyar tahun), maka tak mungkin bumi baru mulai berada, melalui penciptaan, sekitar tujuh ribu tahun yang lalu. Dan sebaliknya. Relativisme merupakan penyerahan claim atas pengetahuan yang benar. Maka, menurut relativisme, Allah itu sekaligus dapat disebut ada dan tidak ada. Sikap ini membuat mustahil pengambilan sikap yang sungguhan.

2. Pandangan seimbang
Apabila kita meninjau kembali rasionalisme, fideisme dan relativisme, maka menjadi jelas bahwa kesalahan dasar sikap-sikap itu terletak pada ketidakseimbangannya. Yang kita cari adalah sikap seimbang. Sikap seimbang adalah sikap yang dapat menerima serta menanggapi unsur-unsur benar dalam tiga sikap ekstrem itu, tetapi menghubungkannya satu sama lain.

Kita mulai dengan fideisme. Fideisme mementingkan iman, percaya kepada wahyu ilahi. Kalau orang percaya kepada Allah, ia langsung akan mengakui bahwa sikap dasar fideisme itu benar. Kalau Allah memang ada, jelas Allah itu ada mutlak, baik sebagai kebenaran, maupun dalam kekuasaan untuk bertindak. Maka sabda Allah adalah mutlak benar dan merupakan pegangan mutlak bagi manusia. Wajarlah orang beriman mendasarkan hidupnya atas wahyu Allah.

Akan tetapi, justru kemutlakan Allah itulah yang seharusnya membuat kaum fideis sadar bahwa kemampuan manusia untuk bernalar perlu dipergunakan, bahkan ia berdosa terhadap Allah Pencipta apabila ia tidak mau bernalar. Mengapa ?

Karena, segala apa yang ada adalah ciptaan Allah, termasuk akal budi dengan kemampuannya untuk bernalar. Jadi, akalbudi dan wahyu berasal dari sumber yang sama, dari Allah. Dan oleh karena itu, tidak mungkin dua-duanya secara prinsipiil bertentangan.

Jadi, adalah tidak mungkin, kalau manusia mempergunakan nalarnya secara benar, artinya secara terbuka, kritis, mendalam, ia sampai pada hasil yang bertentangan dengan wahyu. Karena semuanya berasal dari sumber yang sama, maka hanya ada satu kebenaran. Itu juga berarti bahwa adalah tidak tepat kalau hubungan nalar-wahyu dirumuskan begini : Pakailah nalar sejauh tidak menyangkut isi wahyu. Hakekat nalar manusia adalah mencari kebenaran. Seseorang akan berdosa apabila pencarian kebenaran diputuskan begitu saja pada titik tertentu. Berdosa terhadap kehendak Dia yang menciptakan nalar itu.

Maka, semua pemecahan konflik wahyu-nalar yang berpola : Kurangilah, atau hentikanlah penalaran, jangan bernalar secara radikal dan sebagainya, adalah salah. Salah terhadap nalar, salah secara moral karena membuka pintu pada sikap munafik dan bohong, dan salah secara keagamaan karena menyangkal bahwa nalar berasal dari Allah. Tidaklah benar pendapat bahwa semakin alim seseorang, semakin ia tidak berpikir, mencari-cari, menyelidiki dan mengetahui.

Lalu, mengapa terdapat pertentangan antara wahyu dan nalar manusia? Atas pengandalan di atas, sebenarnya tidak boleh ada perten- tangan, dan pertentangan itu kelihatan bersifat sementara. Hal itu tidak mengherankan. Nalar manusia tidak pernah sempurna, tidak pernah menangkap seluruh kebenaran. la suka melihat satu sudut dan melupakan yang satunya. la terpengaruh oleh prasangkanya. Dari mana pertentangan sementara itu? Pertentangan antara wahyu dan nalar dapat berasal dari keduabelah pihak, dari fihak nalar dan dari pihak wahyu.

Di satu pihak, nalar dapat melampaui batasnya. Teori ilmu pengetahuan moderen membuat kita sangat sadar akan keterbatasan nalar . .Misalnya saja, pernyataan atheisme bahwa "Allah tidak ada" menurut metodologi sekarang tidak rasional. Kalau Allah ada, maka Allah mengatasi nalar manusia, maka baik adanya maupun tidak adanya tidak dapat dipastikan melalui nalar belaka.

Tetapi kesalahan sering terletak bukan di pihak nalar, melainkan di pihak wahyu. Tentu saja bukan pada wahyu itu sendiri. Wahyu sendiri tidak dapat salah karena wahyu adalah Sabda Allah yang Maha benar. Tetapi, cara manusia menangkap dan mengartikan wahyu dapat saja salah, karena untuk itu manusia mau tak mau mempergunakan nalar yang sama yang juga di pergunakan dalam penyelidikan ilmiah atau dalam filsafat. Jadi dapat saja terjadi pertentangan antara nalar dan apa yang dianggap wahyu, karena manusia menyebut sesuatu kebenaran wahyu yang sebenarnya bukan wahyu, melainkan tafsirannya. Jadi, kontradiksi itu terletak bukan antara wahyu dan nalar, melainkan antara tafsiran nalar manusia tentang wahyu dan hasil nalar manusia lain.

Dari situ dapat ditarik kesimpulan bahwa antara wahyu dan pengetahuan manusia tidak mungkin ada pertentangan, asal saja keduabelah pihak tahu batas mereka masing-masing. Kalau ada pertentangan, pertentangan itu sebenarnya tak pernah terjadi antara wahyu dan nalar, melainkan antara nalar yang satu (yang berusaha mengerti, dan dengan demikian selalu juga menafsirkan wahyu) dengan nalar yang lain (yang dipakai dalam kegiatan ilmiah maupun dalam kehidupan sehari-hari).
Ada pertimbangan tambahan. Wahyu dan nalar berasal dari sumber yang sama, yaitu Allah. Maka dua-duanya wajib dipakai dengan sebaik- baiknya, tetapi menurut maksudnya masing-masing.

Kiranya manusia dijadikan makhluk bernalar oleh Sang Pencipta agar supaya ia mempergunakan nalarnya itu sebaik-baiknya untuk mewujudkan kehidupannya. Jadi, nalar diberikan untuk hal-hal yang terletak dalam jangkauan nalar itu. Yang ada dalam jangkauan nalar adalah alam terbatas, alam tercipta. Maka nalar itu dipanggil untuk mencari pengetahuan serta pengertian yang semakin benar dan men- dalam tentang seluruh alam ciptaan. Untuk itu, manusia dapat mengembangkan ilmu-ilmu pengetahuan dengan cara masing-masing untuk menyelidiki apa yang ada. Wilayah nalar adalah manusia sendiri, alam inderawi dan masyarakat. Sedangkan Allah tidak dapat "dikuasai" oleh nalar .Satu-satunya yang dapat dicapai nalar menuju Allah adalah keterbukaannya, serta pencarian jejak-jejak kebesaran Allah dalam alam ciptaan. Tetapi tentang siapa Allah yang sebenarnya, bagaimana hidup batin Allah, apa yang menjadi kehendak dan tuntutannya serta sikapnya terhadap manusia, itu semua secara prinsipiil tak terjangkau oleh nalar manusia (Mengapa? Karena nalar manusia bersifat terbatas/terhingga sehingga kekhasan Allah yang justru tak terbatas/tak terhingga tidak teljangkau olehnya).

Pertimbangan ini menunjukkan juga untuk tujuan apa Allah berkenan menurunkan wahyunya. Kiranya tidak untuk memberitahukan hal-hal yangjuga dapat diselidiki dan diketahui melalui nalaryangjustru juga diberikan oleh Allah. Seakan-akan wahyu mau membuat manusia malas bernalar saja. Melainkan, wahyu kiranya diberikan kepada manusia untuk mengetahui hal-hal yang justru tidak, dan tidak pernah, dapat diketahui dengan nalar, yaitu tentang Allah sendiri sebagaimana disebutkan di atas. Karena skap Allah menyangkut manusia yang masih berada dalam dunia, maka dalam wahyu juga terdapat hal-hal yang menyangkut dunia (terutama apa yang menjadi tanggungjawab serta kewajiban manusia dalam hidupnya di dunia, jadi bidang moralitas) tetapi bukan sebagai pemberitahuan tentang dunia, melainkan tentang sikap Allah terhadapnya. Akan tetapi, wahyu tidak bermaksud memberikan informasi tentang hal-hal yang juga dapatkita selidiki melalui ilmu pengetahuan, melainkan tentang hal yang memang tidak dapat diselidiki melalui ilmu pengetahuan, tentang Allah sendiri.

Oleh karena itu dapat juga dikatakan begini : Apabila nalar mau menjawab pertanyaan-pertanyaan manusia yang paling fundamental seperti misalnya :Siapakah Allah, apa kehendak dan sikap Allah terhadap manusia, apa tujuan terakhir manusia, nalar tidak memadai dan mudah salah tafsir, sombong dan menyesatkan. Dan sebaliknya,jawaban tentang pertanyaan-pertanyaan mengenai dunia : Misalnya apakah matahari mengitari bumi atau sebaliknya, bagaimana urutan terjadinya organisme-organisme hidup di bumi (yang ditegaskan dalam wahyu ialah bahwa ada dunia dan bahwa adahidup serta bahwa hidup dapat berkembang akhirnya berdasarkan keputusan Allah), tetapi juga manakah struktur-struktur psikis dan sosial manusia, manakah struktur-struktur ekonomis dan politis yang paling cocok agar manusia hidup dengan sejahtera; semua hal ini kita carijawabannya bukan dalam wahyu, melainkan dari pengalaman kita, dengan bantuan ilmu pengetahuan. Kalau kita mencari jawaban tentang hal-hal manusia dan duniawi itu dalam wahyu, kemungkinan besar kita akan salah tafsir dan lalu menciptakan kesan pertentangan yang sebetulnya tak benar.

Maka, adalah tidak betul pendapat bahwa semakin alim seseorang semakin ia merasa tidak perlu berpikir, mencari-cari, menyelidiki dan mengetahui. Justru orang yang mantap karena berakar dalam iman, akan lebih mantap dan berani juga untuk mempergunakan akalbudinya. la tidak takut dengan pengetahuan yang lebih kritis dan mendalam akan menjauhkannya dari iman. Dan menurut hemat saya, kita tidak boleh memberikan kesan bahwa semakin kita berpikir secara mendalam dan kritis, semakin agama berada dalam bahaya.

Baca Selengkapnya ....

Sawan Mayit dan Obat Penangkalnya

Posted by blas 10 komentar
Percaya atau tidak tapi ini memang fakta. Sawan Mayit ini semacam phobia pada orang yang meninggal atau makam, atapun kerandanya. Hal ini sering terjadi akibat seringnya mendengar atau melihat cerita horor yang identik dengan orang meninggal.

Jika phobianya akut dan membuat seseorang benar-benar terhalusinasi berarti orang tersebut terkena sawan mayit. Namun perlu diingat, sawan mayit ini biasanya berhubungan dengan keadaan seseorang saat meninggal. Meninggal mendadak, kecelakaan dan mati tak wajar biasanya rawan menimbulkan sawan baik yang phobia maupun yang tak phobia.

Ciri-ciri terkena sawan mayit:
- Suhu badan tinggi
- Gampang kaget bila ada yang melintas dan selalu terpikir hantu, hal ini bisa mengganggu kinerja syaraf
- Gampang deg-degan yang mempengaruhi kinerja jantung
- Tubuh lemah, terlihat malas dan lemas

Bila perasaan takut terus menerus menghantui, bisa berakibat depresi karena sudah mempengaruhi psikologinya. Meski secara medis tak terdeteksi namun di kalangan masyarakat sudah tahu apalagi jika si penderita bercerita atau pihak keluarga tahu kronologis awal sakitnya.

Tips berikut penangkal dan penawarnya :
1. Kalau dirasa takut, maka bacalah surat Al Fatekhah, Annas, Al Falaq, Al Ihlas saat mau takziah atau melintas makam.

2. Baca do'a "bismillahilladzi laa yadhuru ma asmihi sai un fil ardhi wala fissama i wahuwassami'ul alim" 3 x. Do'a ini juga bagian dari do'a ruqyah untuk melepas aura roh jahat atau jin yang menguasai jiwa raga manusia.

3. Ambil air yang digunakan mandi si mayat, lalu buat cuci muka. Ini secara kejawen untuk penawar.

4. Ambil segenggam tanah kuburan si mayit, lalu diusapkan ke tubuh si penderita. Ini secara kejawen untuk penawar.

5. Ada juga yang menggunakan media berikut
Ambil daun mawar dan daun salam  4 tangkai




bacakan bismillahilladzi laa yadhuru ma asmihi sai un fil ardhi wala fissama i wahuwassami'ul alim 5 x dan buatlah mandi
insyaallah sawan akan segera netral.

Bila tak kunjung sembuh ada baiknya dibawa ke psikiater atau diruqyah total secara islami, mungkin saja ada hal lain yang mempengaruhi psikologisnya.

Baca Selengkapnya ....
Redesigned by Info Terbaru Original by Bamz | Copyright of tempat cari jodoh. Untuk SEO lebih lanjut kunjungi Trik SEO terbaru.